Pemain Manchester United Juan Mata mengatakan sepakbola kini terlalu komersial

26 Apr, 2016

Gelandang Manchester United Juan Mata berempati dengan orang-orang yang percaya sepak bola telah menjadi terlalu komersial dan mengaku rela dibayar dengan lebih murah dari yang didapatnya sekarang.

Pemain internasional asal Spanyol mengakui dia tidak nyaman dan aspek kompetitivitas dalam olahraga nyaris tergantikan oleh persaingan bisnis yang dibalut dalam bentuk tertentu.

Sisi bisnis dari sepakbola membuat pemilik klub sekarang ini jauh lebih penting ketimbang fans,” kata Juan Mata.

Setiap pemain berpikir dirinya adalah Diego Maradona ketika bergabung dengan klub besar. Semua itu terjadi kepada kami semua, tapi kemudian Anda menyadari ini juga terjadi di pemain yang lebih muda.”

Anda melihat pemain muda yang menilai dirinya adalah bintang rock, mengenakan baju yang berlebihan dan mengendarai mobil yang mahal, terkadang yang membuat Anda memaksa mereka untuk minggir dan mengingatkannya.”

Saya tak menyukai sisi bisnis dari sepakbola. Saya menyukai permainan ini. Saya menyukai latihan dan kompetisi. Saya akan bersedia dibayar lebih sedikit jika memang aspek bisnis tak bbegitu dominan di olahraga ini.”

Pemain yang berusia 27 tahun juga percaya pemain sepak bola telah menjadi terlepas dari para fans karena pendapatan mereka yang menakjubkan.

Mata pindah ke Old Trafford dari Chelsea untuk sekitar £ 37m pada tahun 2014 dan diyakini mendapatkan sekitar £ 150.000 per minggu.

Dan ia telah menarik perbandingan antara upah pemain top dan orang lain dalam masyarakat yang harus berurusan dengan realitas ekonomi yang keras di seluruh dunia.

Sepakbola bisa dikatakan berlebihan di level ini. Kami seperti hidup di dalam gelembung. Dibandingkan dengan kelompok sosial lainnya, kami mendapatkan bayaran yang jumlahnya menggelikan. Kami menghormati dunia sepakbola, saya mendapatkan bayaran yang lumrah. Tapi dibandingkan dengan 99,9 persen di Spanyol dan negara lainnya, bayaran saya konyol,” tandasnya

About the author

Related Posts

Leave a reply